Percayalah pada Allah.
Allah selalu memberikan jalan selama kita percaya kepada-Nya.
Surah Al-Baqarah ayat
261 : “Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Alaah seperti
sebutir biji yang menumbuhkan tujujh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus
biji. Allah melipat gandakan bagi siapa yang Dia kehendaki, Dan Allah Mahaluas,
Maha Mengetahui”
Saya punya
cerita nih, kalo kata roti boy fresh from the oven ~ . Alhamdulilah saya dapat
beasiswa dari samsung untuk biaya kuliah selama 4 tahun di Universitas Surya.
Yang menarik dari pengalaman ini, saya mendapat puluhan juta hanya dengan modal
100rb! Kok bisa? Gini ceritanya ...
Cerita
dimulai~ Pada suatu siang di kampus, secara gak sengaja saya melihat pengumuman
tentang beasiswa samsung di papan pengumuman fakultas lain di kampus. Di
pengumuman itu disebutkan bahwa ada beasiswa samsung untuk mahasiswa di prodi
tersebut. Dalam hati saya, kok prodi saya gak ada pengumumannya ya? Semoga saja
ada, harap saya. Beberapa hari berlalu namun tidak ada kabar dari prodi saya
sampai akhirnya pada hari rabu, selesai kelas saya mendapat sms dari pihak
kemahasiswaan untuk ikut briefing beasiswa samsung di sebuah ruangan. Saya
kaget karena saya merasa tidak mendapat info apa apa dari prodi dan sms
tersebut masuk telat. Saya menerima sms pukul 15.00 dan briefingnya pukul
14.00. Besoknya ketika saya sms lagi ke pihak kemahasiswaan ternyata sudah
tidak boleh lagi ikut beasiswanya. Sedih
~ iya saya sedih. Saya terus memikirkan kecerobohan saya melihat sms penting
tersebut, akhirnya saya berdoa semoga dibukakan jalan lagi agar bisa bersaing
mendapatkan beasiswa tersebut. Saya sedekah di masjid sewaktu salat jumat, saya
sedekah sekitar 10rban. Alhamdulilah sorenya saya mendapat email dari dosen
prodi saya yang menjelaskan bahwa saya masuk rekomendasi penerima beasiswa
samsung tersebut. Saya bersyukur sekali. Saya lengkapi segala persyaratannya
dibantu dosen saya, Bu Martha dan Bu Dytha, untuk mencetak formulir
beasiswanya. Besoknya langsung ada pengumuman calon penerima beasiswa tahap 1.
Ada 20 orang terpilih dan akan ada presentasi dan wawancara pada hari selasa.
Alhamdulilah saya lolos. Saya siapkan presentasi selama 2 hari semaksimal
mungkin.
Pada hari
senin malam, saya sedekah sekaligus minta doa biar lancar wawancara sama
presentasinya ke ibu tukang sayur
sekitar kosan saya (maklum anak kos masak sendiri~ hehehe). Saya sedekah 50rb. Ibu
tukang sayur bersyukur dan seneng banget. Saya jadi terharu melihatnya.
Besoknya, hari presentasi, saya usaha yang terbaik, saya jawab semua pertanyaan
dengan baik, tak lupa senyum di setiap akhir jawaban J. Wawancara dan presentasi
selesai. Pengumuman 10 orang penerima beasiswa akan diumumkan dalam jangka
waktu seminggu. Nah dua hari setelah wawancara, pas mau bernagkat kampus saya
melihat ibu pemulung sama anaknya mengorek sampah. Saya sedekah lagi, kali ini
20 rb dan reaksi Ibunya ketika saya kasih sedekah sangat senang sekali. Beliau
mendoakan saya dan saya balas dengan senyuman dan ucapan amiin & terima
kasih. Selagi menunggu pengumuman, saya lanjutkan rutinitas saya. Saya berdoa
terus minta ke Allah agar mendapatkan beasiswa tersebut dan bila tidak
mendapatkan agar diberikan kelapangan dan keikhlasan menerimanya. Sewaktu
shalat jumat lagi, saya infaq 20 rb sambil terus berdoa tentang beasiswa
tersebut. Sorenya, saya mendapat sms bahwa pengumuman penerima beasiswa sudah
ada. Saya menerima sms tersebut tepat ketika saya baru tiba di kos. Akhirnya
saya meminta teman saya untuk melihat pengumumannya . Alhamdulilah saya
termasuk 10 orang penerima beasiswa. Alhamdulilah. Saya sangat bersyukur. Kalo
ditotal jumlah sedekah saya dari sebelum dan sesudah mendapat beasiswa kurang
lebih 100rb dan dibalas oleh Allah SWT berkali kali lipat ! Subhanallah
Saya
menyebutkan nominal sedekah bukan karena pamer, saya hanya ingin mengajak
pembaca untuk mulai bersedekah. Seratus ribu adalah jumlah yang kecil bagi
Allah Yang Maha Kaya. Tantangannya mau gak kita sedekah, ikhlas gak kita~.
Allah Maha Kaya, Allah gak butuh sedekah kita, justru kita lah yang butuh
bersedekah. Kaya atau miskin kita perlu sedekah, sedekah gak bikin kita tambah
miskin. Melihat orang yg kita beri sedekah senang malah bikin kita senang juga
loh, salah satu keuntungan sedekah nih.
Prinsip saya,
meskipun saya sedang merantau, anak kos~, tiap minggu alhamdulilah saya
istiqamah sedekah. Sedekah ke masjid atau orang terserah, yang penting sedekah.
Kata bang Assad, penulis buku Notes From Qatar, kalo pingin dapat rejeki gede,
sedekahnya juga harus gede. Terima kasih buat keluarga saya yang selalu
mendoakan saya, mama, papa dan ketiga kaka saya, Dosen-dosen Surya University,
Bu Martha Maulidia, Bu Masni Dytha, Pak Leo Tambunan, Pak Nuki Agya, Bu Leli,
Bu Reni, sahabat-sahabat saya,
Tete, Sari, Anita, dan Ovi J
Semoga tulisan ini bisa
bermanfaat dan membuat pembaca untuk mulai bersedekah. Amiiin. Sedekah yuk ! J
Barakallah J

Tidak ada komentar:
Posting Komentar