Selasa, 23 Juli 2013

Kisah Sebutir Telur Untuk Renungan


Pagi itu disebuah gudang tua di pinggiran kota, aku dilahirkan bersama saudara saudaraku lainnya. Kami dilahirkan dengan warna berbeda,saudaraku menyebutku si telur kuning. Disebelahku ada si telur jingga, telur putih, telur coklat dan telur kuning jerami.
Suatu hari, telur putih berkata “Ingin menjadi apa kalian kelak?”. Dengan semangat telur telur mulai menjawab pertanyaan tersebut
“aku ingin menjadi telur terbaik di peternakan ini” jawab telur coklat .
“aku ingin menjadi ayam yang gagah, setiap hari membangunkan seluruh peternakan ini dengan suaraku yang lantang” kata telur jingga dengan nada bangga.
 “aku ingin menjadi telur paskah, sehingga banyak anak anak mengiginkanku” jawab telur kuning jerami.
 Aku diam sambil bergumam “ingin menjadi apa aku?”. Setelah berpikir beberapa saat, telur kuning berkata “ Aku ingin menjadi ayam hias pemilik peternakan ini, sehingga pada setiap lomba ayam kecantikan yang diikuti oleh pemilik peternakan ini, aku selalu menjadi pemenag dan membuatnya bangga”
Disela sela diskusi kecil para telur, datanglah induk ayam, ibu mereka. “ anak anak, jadi apapun kalian, ibu harap kalia bisa bermanfaat bagi manusia. Sudah malam saatnya tidur anak anak” kata induk ayam menutup diskusi mereka malam itu.
Esoknya,pemilik peternakan datang menghampiri kami. Tanpa pikir panjang, si telur kuning diambilnya dari tempatnya yang nyaman dan dipisahkan dengan saudara saudara dan ibunya. Bukan main sedihnya si telur kuning. Dia dibawa dibawa ke rumah pemilik peternakan. Ditaruhnya dia di sebuah kotak yang dingin – entah apa manusia menyebutnya, tapi disini dingin sekali - dia dibiarkan beberapa hari disana. Sepi dan dingin.
Suatu malam dia menangis tersedu sedu. Seiikat bayam bertanya padanya “ada apa telur? Kenapa kau menangis tersedu?”
“aku sedih teman, aku dipisahkan dari saudara dan ibuku, dan aku tak bisa meraih impianku” jawab telur
“memang apa impianmu telur?” tanya bayam lagi .
 “aku ingin tumbuh menjadi ayam hias yang bisa menjuarai setiap lomba yang pemilik peternakan ikuti. Namun impian itu sirna sudah. Aku tak bisa tumbuh menjadi ayam lagi dan kini tak bermanfaat di kotak dingin ini”
“Siapa bilang kamu tak bermanfaat lagi telur? Percayalah suatu saat nanti pasti kamu akan bermanfaat lebih dari yang kau pikirkan – lebih dari impianmu - Berjanjilah padaku telur, tetaplah berpikir positif atas apa yang terjadi padamu. Tuhan pasti punya rencana“, kata bayam
“Baiklah aku berjanji” jawab si telur kuning
Diluar kotak pendingin, diadakan lomba memasak bagi para peternak di kota tersebut. Pemilik peternakan telur kuning berencana mengikuti lomba itu. Siang malam dia habiskan untuk berdiskusi dan bereksperimen dengan istrinya untuk membuat masakan paling enak, yang dapat membuatnya menjuarai lomba. Namun, dari berpuluh puluh eksperimen yang dilakukannya hasilnya nihil. Dia masih belum menemukan masakan yang lezat. Di tengah kegundahannya karena waktu lomba sudah dekat, dia teringat akan telur kuning yang ada di kotak pendingin. Akhirnya dia mengambil “lagi” si telur kuning dari zona nyamannya – sudah terbiasa di kotak pendingin - . Si telur kuning ingin berontak tapi tak bisa.
Tubuhnya dibenturkan pada ujung meja. Sekali, dua kali, tiga kali! Tangisan telur kian keras tiap kali tubuhnya dibenturkan sampai akhirnya tubuhnya pecah dan keluarlah cairan kental berwarna kuning dan bening. Dicampurkannya “isi si telur kuning” itu ke adonan oleh peternak. Si Telur kuning hanya bisa pasrah
Kini dia tak memiliki “pakaian” lagi, kini tubuhnya bersatu bersama adonan masakan. Namun, dia ingin menepati janji yang dibuatnya dengan daun. Pasti semua kesakitan yang aku alami membawaku pada rencana indah yang telah dibuat Tuhan untukku.
Dan benar saja, Setelah ditambahkan si telur kuning , peternak mendapatkan masakan terlezat yang pernah dia buat. Akhirnya dia dapat memenangkan lomba masak tersebut.. berkat si telur kuning.


Hari ini saya banyak mendapat berita baik dari teman teman saya. Alhamdulilah. Terbersit dipikirkan saya untuk menuliskan sebuah cerita yang mungkin ..... mungkin bisa menginspirasi dan menjadi renungan kalian semua pembaca – saya harap bisa menginspirasi - . Saya dedikasikan cerita ini untuk teman teman saya yang bergembira hari ini

Saya hanya ingin menyampaikan melalui cerita ini bahwa rencana Tuhan itu sangat indah. Meskipun kita mempunyai rencana yang menurut kita indah tapi Tuhan punya yang lebih untuk kita. Kita hanya perlu sabar, tetap berpikir positif dan melakukan yang terbaik di setiap tantangan yang kita hadapi. Semoga bermanfaat J

Terima kasih J





Tidak ada komentar:

Posting Komentar