Pagi itu disebuah gudang tua di
pinggiran kota, aku dilahirkan bersama saudara saudaraku lainnya. Kami
dilahirkan dengan warna berbeda,saudaraku menyebutku si telur kuning. Disebelahku
ada si telur jingga, telur putih, telur coklat dan telur kuning jerami.
Suatu hari, telur putih berkata
“Ingin menjadi apa kalian kelak?”. Dengan semangat telur telur mulai menjawab pertanyaan tersebut
“aku ingin menjadi telur terbaik
di peternakan ini” jawab telur coklat .
“aku ingin menjadi ayam yang
gagah, setiap hari membangunkan seluruh peternakan ini dengan suaraku yang
lantang” kata telur jingga dengan nada bangga.
“aku ingin menjadi telur paskah, sehingga
banyak anak anak mengiginkanku” jawab telur kuning jerami.
Aku diam sambil bergumam “ingin menjadi apa
aku?”. Setelah berpikir beberapa saat, telur kuning berkata “ Aku ingin menjadi
ayam hias pemilik peternakan ini, sehingga pada setiap lomba ayam kecantikan
yang diikuti oleh pemilik peternakan ini, aku selalu menjadi pemenag dan
membuatnya bangga”
Disela sela diskusi kecil para
telur, datanglah induk ayam, ibu mereka. “ anak anak, jadi apapun kalian, ibu
harap kalia bisa bermanfaat bagi manusia. Sudah malam saatnya tidur anak anak”
kata induk ayam menutup diskusi mereka malam itu.
Esoknya,pemilik peternakan datang
menghampiri kami. Tanpa pikir panjang, si telur kuning diambilnya dari
tempatnya yang nyaman dan dipisahkan dengan saudara saudara dan ibunya. Bukan
main sedihnya si telur kuning. Dia dibawa dibawa ke rumah pemilik peternakan.
Ditaruhnya dia di sebuah kotak yang dingin – entah apa manusia menyebutnya,
tapi disini dingin sekali - dia dibiarkan beberapa hari disana. Sepi dan dingin.
Suatu malam dia menangis tersedu
sedu. Seiikat bayam bertanya padanya “ada apa telur? Kenapa kau menangis
tersedu?”
“aku sedih teman, aku dipisahkan
dari saudara dan ibuku, dan aku tak bisa meraih impianku” jawab telur
“memang apa impianmu telur?”
tanya bayam lagi .
“aku ingin tumbuh menjadi ayam hias yang bisa
menjuarai setiap lomba yang pemilik peternakan ikuti. Namun impian itu sirna
sudah. Aku tak bisa tumbuh menjadi ayam lagi dan kini tak bermanfaat di kotak
dingin ini”
“Siapa bilang kamu tak bermanfaat
lagi telur? Percayalah suatu saat nanti pasti kamu akan bermanfaat lebih dari
yang kau pikirkan – lebih dari impianmu - Berjanjilah padaku telur, tetaplah berpikir
positif atas apa yang terjadi padamu. Tuhan pasti punya rencana“, kata bayam
“Baiklah aku berjanji” jawab si telur kuning
Diluar kotak pendingin, diadakan
lomba memasak bagi para peternak di kota tersebut. Pemilik peternakan telur
kuning berencana mengikuti lomba itu. Siang malam dia habiskan untuk berdiskusi
dan bereksperimen dengan istrinya untuk membuat masakan paling enak, yang dapat
membuatnya menjuarai lomba. Namun, dari berpuluh puluh eksperimen yang
dilakukannya hasilnya nihil. Dia masih belum menemukan masakan yang lezat. Di
tengah kegundahannya karena waktu lomba sudah dekat, dia teringat akan telur
kuning yang ada di kotak pendingin. Akhirnya dia mengambil “lagi” si telur
kuning dari zona nyamannya – sudah terbiasa di kotak pendingin - . Si telur
kuning ingin berontak tapi tak bisa.
Tubuhnya dibenturkan pada ujung
meja. Sekali, dua kali, tiga kali! Tangisan telur kian keras tiap kali tubuhnya
dibenturkan sampai akhirnya tubuhnya pecah dan keluarlah cairan kental berwarna
kuning dan bening. Dicampurkannya “isi si telur kuning” itu ke adonan oleh
peternak. Si Telur kuning hanya bisa pasrah
Kini dia tak memiliki “pakaian”
lagi, kini tubuhnya bersatu bersama adonan masakan. Namun, dia ingin menepati
janji yang dibuatnya dengan daun. Pasti semua kesakitan yang aku alami
membawaku pada rencana indah yang telah dibuat Tuhan untukku.
Dan benar saja, Setelah
ditambahkan si telur kuning , peternak mendapatkan masakan terlezat yang pernah
dia buat. Akhirnya dia dapat memenangkan lomba masak tersebut.. berkat si
telur kuning.
Hari ini saya banyak mendapat
berita baik dari teman teman saya. Alhamdulilah. Terbersit dipikirkan saya
untuk menuliskan sebuah cerita yang mungkin ..... mungkin bisa menginspirasi dan menjadi renungan kalian semua pembaca – saya harap bisa menginspirasi - . Saya dedikasikan cerita ini untuk teman teman saya yang bergembira hari ini
Saya hanya ingin menyampaikan
melalui cerita ini bahwa rencana Tuhan itu sangat indah. Meskipun kita
mempunyai rencana yang menurut kita indah tapi Tuhan punya yang lebih untuk
kita. Kita hanya perlu sabar, tetap berpikir positif dan melakukan yang terbaik
di setiap tantangan yang kita hadapi. Semoga bermanfaat J
Terima kasih J
Tidak ada komentar:
Posting Komentar