Jumat, 22 Februari 2013

Good Start , The Right Step

Awalan yang baik

Bismillah. Mungkin kebanyakan orang sudah banyak yang melupakan tentang konsep kecil ini. Mereka cenderung meninggalkan hal hal kecil dan lebih memprioritaskan hal besar, padahal konsep yang benar adalah kumpulan dari konsep konsep kecil akan membentuk konsep besar yang istimewa. Mereka tidak peduli akan kecil yang sebenarnya jika mereka melakukan itu akan membawa dampak besar bagi pencapaian mereka. 
Saya dulunya sering melupakan hal hal kecil, awalan yang baik khususnya. Saya tidak pernah memperhatikan langkah saya ketika keluar masuk ruangan, mengucap basmalah ketika hendak makan minum, berkata kata kotor dan lain lain. Sampai pada suatu ketika saya sadar bahwa hal tersebut salah. Saya menyadari perbuatan perbuatan itu hanya akan menjerumuskan saya pada kegagalan. Akhirnya saya mulai merubah perilaku saya, saya mulai memperhatikan langkah langkah saya ketika keluar masuk ruangan, mengucap basmalah saat akan makan minum dan mengurangi berkata kotor sedikit demi sedikit.
Saya akan menjabarkan satu persatu alasan saya move on dari ketiga hal kecil tersebut

1.Mulai sesuatu dari kanan!
Agama saya mengajarkan untuk makan dan minum menggunakan tangan kanan, memulai segala hal yang baik dari tangan kanan. Bukankah kita berwudlu juga dimulai dari tangan kanan terlebih dahulu? kenapa harus tangan kanan? Jawabannya simpel aja. Soalnya setan kalo memulai sesuatu pake tangan kiri! Masak iya kita mau disamakan dengan setan? ;)
Ini haditsnya tentang hal ini 
“Janganlah kalian makan dengan tangan kiri karena syaitan makan dengan tangan kiri.” (HR Muslim 2019)
Saya akan share pengalaman saya. Sekitar 2 minggu lalu saya mengikuti ujian praktek sekolah. Nah kebetulan pada waktu itu ujian prakteknya pelajaran paling mengerikan disekolah kami, yaitu fisika. Saya sebenarnya juga merasa agak ngeri juga sama pelajaran satu ini ^^v. Oke lanjut, sambil menuggu giliran ujian , saya dan teman teman mereview materi materi yang akan di ujikan. Waktunya tiba, giliran saya untuk melakukan ujian praktek fisika. Agak grogi ketika akan masuk ruangan sih, gara gara ngelyat wajah anak anak yang gak karuan pas keluar dari ruangan. Tapi segera saya hilangkan perasaan grogi dan memntapkan hati saya untuk siap ujian praktek ini. Bismillah. Saya jejakkan kaki kanan dahulu ketika masuk ruangan ujian. Semoga mendapat materi yang tidak terlalu sulit, doa saya dalam hati. Saya ambil nomor undian ujian saya. Saya dapat nomor 4. Saya cari meja bernomor 4, ketemu! Saya lihat materi yg akan diujikan dan langsung mengucapkan alhamdulilah dalam hati karena materi yang diujikan termasuk dalam kategori mudah.
Konyol jika kita menyambung nyambungkan hal ini dengan keberuntungan. Tapi saya sudah membuktikannya dan hasilnya luar biasa!
2. Bismillahirrohmanirohim
Bismillah, ucapkan kata kata ini ketika hendak melakukan sesuatu, makan dan minum. Hal kecil, tapi dengan melakukan ini mengingatkan kita pada Allah SWT dan bersyukur akan nikmat yang diberikannya.. Semakin sering kita mengingat Allah dan bersyukur insya Allah, Allah akan mencukupi segala kebutuhan kita. Mulailah dengan membaca bismillahirrohmanirohim readers! :)
3. Puasa omongan
Banyak sekali kata kata kotor di dunia ini, mulai dari yang halus sampai yang kasar, bintang kecil sampai binatang besar (*apaan , hehehe ;)). Dalam islam sudah dijelaskan bahwa mengumpat, berbicara kotor termasuk perbuatan dosa. Mungkin siksaan yang pas di akhirat nanti adalah pemotongan lidah bagi orang yang suka mengumpat (berbicara kotor). Nakutin kan? Sebenarnya sebagai generasi muda penerus bangsa, perbuatan ini harus dihindari. Kenapa harus dihindari?
Saya akan berbicara tentang dampak psikis yang ditimbulkan. Pembicaraan kotor berarti mengeluarkan kata kata kotor yang tidak meberdayakan kita, merusak dan kurang nyaman didengar telinga. Mengapa kata kotor kotor tidak meberdayakan? Karena kata kata kotor dikeluarkan berdasar emosi kita yang meluap luap sehinga tidak memberikan stimulus yang positif pada otak kita. Ingat! Otak kita adalah pusat dari segala aktivitas kita, jika kita hanya berkata kata kotor maka kita cenderung berorientasi pada penyebab dari permasalahan yang kita alami, bukan berorientasi pada penyelesaian permasalahan. Ketika kita berorientasi pada penyebab permasalahan, yang kita temukan adalah berbagai hal negatif yang hanya akan menurunkan motivasi kita untuk melaukan sesuatu yang lebih baik. Hal ini berbanding terbalik dengan apa yang kita dapatkan jika kita berorientasi pada penyelesaian masalah, kita akan semakin termotivasi. 
Ternyata berantai ya dampak yang didapat ketika berkata kotor? ;) Ayo kita putus rantai kegagalan itu dengan puasa berbacara kotor :)

Alhamdulilah.Sekian dulu sharing dari saya. Semoga postingan saya ini bermanfaat. Amin

Quote : "Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan" (Q.S Al-Baqarah [2] : 195 )





Sharing

Pada awal pembuatan blog ini saya sempat bingung ingin diisi apa. Cukup lama saya memikirkan dan akhirnya menjadi terbengkalai selama sekitar 2 bulan blog ini. Ketika saya buka kembali sudah banyak sarang laba-laba di berbagai sudut *eaaaa. Sebenarnya saya senang berbagi pengalaman dan menjalin hubungan dengan berbagai orang melalui tulisan tulisan, tetapi selama ini saya belum mendapatkan motivasi yang cukup untuk memulai menulis. Sampai pada suatu ketika teman saya mengingatkan saya akan "sensasi" dari menulis pada saya. "Menulis itu melegakan " katanya. Kata- kata itu mengembalikan saya pada kenangan terakhir kali saya menulis. Waktu itu saya tidak hanya menulis 1 halaman saja, tetapi 4 halaman hvs full dari atas sampai bawah!! Motivasi saya sewaktu menulis waktu itu untuk meluapkan emosi yang terpendam di hati gara- gara permasalahan cinta .
Hari ini saya berbeda, saya memulai lagi untuk menulis bukan karena masalah cinta, tapi murni untuk mengembangkan kemapuan saya di bidang jurnalistik. Yuhuuu~~ . Jadi jika para pembaca blog ini masih kebingungan atau menemui masalah ketika membacanya, tolong dimaklumi dan  saya mohon maaf sebesar besarnya. Mohon dikomen agar saya bisa berbenah dan memperbaiki kesalahan kesalahan saya.

Quote : "There is no growth in comfort zone and there is no comfort in growth zone. We must leave comfort zone to grow"